Mari Tampilkan Keunikan Nias dan Menjauhkan Sifat Buruk

Tanö Niha memang tidak memiliki banyak kelebihan, tapi melalui ini saya menghimbau mari kita tnjolkan keunikan yang dimiliki oleh Tanö Niha. misalnya Soal pantai, di dunia ini sudah banyak pantai yang sangat bagus, terawat dengan baik, dan telah didukung oleh infrastruktur yang memadai, begitu juga kalau berbicara soal danau, di dunia ini sudah banyak danau yang indah-indah.

Jadi, kalau kita ingin menarik perhatian turis ke Tanö Niha, Nias harus mencari dan menonjolkan hal-hal yang unik yang relatif susah ditemukan padanannya di luar Nias, misalnya, kehidupan tradisional yang masih dianut oleh sebagian masyarakat Nias, yang menurut kita suatu hal yang biasa saja, bisa menjadi hal yang luar biasa atau unik bagi orang luar. Coba perhatikan komunitas warga yang bisa hidup berdampingan dalam satu lokasi perumahan tradisional di Bawömataluo di Nias Selatan, apakah itu bukan suatu hal yang unik bila dikemas dengan kreatif? Keunikan-keunikan seperti inilah yang seharusnya digali, dikemas, dan ditawarkan untuk konsumsi orang luar.

Setahu saya ada beberapa keunikan-keunikan yang memiliki prospek di Nias antara lain: peninggalan budaya megalitik, perkampungan tradisional, kehidupan masyarakat seperti berburu babi hutan, harimbale, dan masih banyak lagi yang lain-lain.

Jika kita mau menjual, misalnya, cara beburu babi hutan, maka proses dan prosedur berburu mulai dari persiapan, cara berkelompok, cara bekerjasama dalam mengejar buruan, sampai dengan pembagian hasil buruan adalah suatu hal yang sangat menarik dipertunjukkan. Bahkan kalau kita jujur kondisi data sekarang ini khususnya generasi sekarang, proses berburu ini termasuk langka dan banyak yang sudah tidak mengetahui, nah sudah pasti sangat menarik untuk diketahui oleh mereka dan apalagi kalau kita persembahkan dan dikemas menarik buat wisatawan.

Bersama ini juga saya menyinggung ucapan yang pernah disampaikan oleh Bapak Agus Hardian Mendrofa, mantan Wakil Bupati Nias (2001-2006) dimana ada beberapa sifat-sifat khas orang Nias yang lebih sering menjadi penghambat daripada menjadi pendorong kemajuan. “Sebelum kita lahir, di Nias sudah ada penyakit AIDS. AIDS yang saya maksud adalah: Angkuh, Iri, Dengki, dan Sombong. Dan sebelum ada ada HP (Hand Phone), istilah SMS juga sudah ada di Nias, Susah Melihat Senang orang lain sebaliknya Senang Melihat Susah orang lain.” kita yakin bahwa bibit AIDS dan SMS ini, diakui atau tidak diakui, pasti dimiliki oleh semua orang Nias, tanpa terkecuali. “Saya sendiri memiliki bibit tersebut. Namun, upaya kita sekarang adalah bagaimana caranya agar sifat-sifat seperti ini dapat dihilangkan, paling tidak diminimalkan”