Tanö Niha Banuagu…  Nias Kampung Halamanku…

Satu hal yang perlu disadari adalah Nias tidak memiliki potensi yang istimewa. Saya katakan sekali lagi dan saya garis bawahi: saya belum melihat potensi yang istimewa di Nias sampai hari ini seperti yang sering digembor-gemborkan banyak orang. Potensi pertanian dan peternakan di Nias tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan yang ada di daerah lainnya di Sumatera.

Iinvestor dari luar atau Orang Nias di Jakarta yang ingin berinvestasi di bidang perkebunan, saya yakin, lebih memilih daerah lain di Sumatera seperti Lampung, Jambi, Bengkulu atau daerah lainnya dibandingkan dengan di Nias. Meskipun harga tanah di Bengkulu lebih mahal, namun infrastrukturnya lengkap, pasar (target pasar) lebih dekat, biaya transportasi juga lebih murah. Sebaliknya, di Nias sangatlah terbatas sehingga bisa dikatakan biaya produksi di Nias tergolong berbiaya tinggi, “high cost”.

Potensi pariwisata juga sama. Pantai yang indah atau ombak yang besar bukan hanya milik Pulau Nias. Objek-objek menarik seperti itu sudah banyak tersebar di berbagai belahan dunia, bahkan telah didukung oleh infrastruktur yang memadai dengan objek-objek tambahan yang jauh lebih lengkap dan menarik.

Meskipun begitu, kita tidak perlu berkecil hati. Masih ada peluang kalau KITA MAU. Salah satu peluang yang bisa kita jual adalah sektor Pariwisata. Oleh karena itu, untuk menjadikan Nias sebagai tujuan Wisata maka kita (pemerintah, masyarakat, dan tokoh-tokoh budaya) harus bergandengan tangan dan bahu membahu menciptakan Nias sebagai tujuan wisata.

Sebagai contoh dulu di zaman ORBA (Orde Baru) Pemda Nias pernah berusaha mempromosikan Nias dengan mengadakan beberapa kali Kejuaraan Surfing Tingkat Dunia. Sejak Tahun 1990 sampai dengan 2001.

Tahun 2000 pernah diadakan kegiatan besar-besaran dan Acaranya dikemas sedemikian rupa sehingga layak menjadi konsumsi internasional. Tujuannya mempromosikan Nias ke dunia internasional dengan cara mendatangkan peselancar-peselancar tingkat dunia untuk menyaksikan dan menjajaki gulungan ombak di pulau Nias.

Paling tidak ada 10 “surf point” yang diciptakan Tuhan bagi Pulau Nias sebagai lokasi berselancar yang menantang. Ada tiga yang paling utama, yaitu: Lagundri di Teluk Dalam, Pulau Bawa, dan Pulau Asu di Kepulauan Hinako, Kecamatan Sirombu. Akhirnya saat ini ketiga lokasi ini telah masuk dalam agenda dan target para peselancar internasional.

Salam Hangat…

Ya’ahowu…

Sumardin Mendrofa