Saat ini masyarakat Nias sedang berbenah diri dalam menyongsong Pemekaran yang telah terjadi di daerah Nias, masyarakat semakin terpacu untuk berkompetensi untuk memajukan perekonomian mereka masing-masing. Hal inilah dampak dari semakin berkembangnya suatu daerah pemekaran dan juga tidak terlepasnya dari infrastruktur yang semakin bagus pasca Gempa di Nias, dan biasanya hal tersebut juga dipacu karena kondisi Nias yang saat ini masih jauh tertinggal dari daerah lain di tanah air bahkan masih terisolir.

Kita patut memuji dan ancungkan jempol terhadap “kawula muda” yang saat ini terpanggil kembali ke Nias untuk memiliki usaha dan menciptakan lapangan kerja ditanah kelahiran mereka di Nias dibanding memiliki usaha di daerah lain tempat mereka merantau (dalam hal ini kota-kota besar). Betapa banyak kendala yang menantang mereka namun mereka tidak peduli akan hal itu, dengan satu tekad hanya memajukan daerahnya, bahkan resiko gagal usaha pun mereka akan hadapi.

Situasi seperti inilah yang seharusnya membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah setempat, apapun yang akan dilakukan Pemerintah akan sangat berpengaruh bahkan para pelaku usahapun semakin termotivasi. Bantuan tidak hanya dalam bentuk uang melulu, banyak hal yang seharusnya dilakukan oleh Pemda setempat terhadap para peternak babi saat ini, penyuluhan yang merata juga harus lebih ditangkatkan lagi, disamping mengupayakan pendekatan juga dan kelonggaran dalam memberikan ijin usaha. Bukan zamannya lagi motto iklan dari sebuah Perusahaan Rokok yang mengatakan “Harusnya Gampang di bikin Susah”.

Disamping itu juga sangat dibutuhkankan sekali suatu Strategi dari Pemerintah untuk merangkul dan mengajak para putra daerah Nias yang saat ini banyak berhasil dikota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota besar lainnya agar mereka tertarik untuk investasi di Tanah kelahiran mereka.

Pemerintah dalam memberi dukungan terhadap para peternak yang sudah ada, maka sangat dibutuhkan kordinasi yang baik antara Pemda Tk II dengan seluruh Kepala Desa, Kepala Dusun, Kepala Lorong dan  juga para tokoh-tokoh masyarakat setempat untuk tetap berdialog, sehingga informasi dapat cepat teratasi oleh Pemerintah Daerah. Cobalah para pemimpin-pemimpin kita turun ke lapangan dan berikan semangat kepada masyarakat agar mereka dapat hidup dengan penuh semangat dan merasa di perhatikan oleh “FAMARETA”

Mudah-mudahan semangat para “Kawula Muda” putra daerah yang saat ini sedang semangat-semangatnya memulai usaha dan menciptakan lapangan kerja di Nias tidak surut niatnya walaupun perhatian dari Pemda setempat masih kurang atau masih belum kelihatan.

Demikianlah suara hati ini, semoga FAMARETA tetap dalam Lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Salam Peternak…………

Ya’ahowu

Sumardin Mendrofa